Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pendidikan Agama Islam

Pengertian Iman, Islam dan Ihsan Materi MTs Kelas 7 (PDF)

Hubungan iman, Islam, dan ihsan tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya. Artinya, jika seseorang mengaku berakidah Islam /sebagai muslim, maka harus ada tiga unsur pokok ini didalam dirinya yaitu iman, Islam, dan ihsan. Ketiganya mempunyai hubungan yang sangat erat. Iman menekankan pada akidah dan keyakinan(amal batin). Ilmu yang membahasnya adalah ilmu tauhid, yaitu hal-hal yang diyakini oleh seorang yang mukallaf (orang yang telah dewasa yang wajib menjalankan hukum-hukum agama) yang terdiri dari ketuhanan, kenabian dan hal-hal yang sam’iyyat (masalah yang ghaib). Berikut telah saya buat rangkuman materi Iman, Islam dan Ihsan untuk MTs kelas 7 dalam bentuk PDF yang bisa di unduh secara gratis melalui Google Drive. semoga bisa membantu. jika ada masukan dan saran  bisa tinggalkan di komentar. salam

Tujuan Mempelajari Akidah Islam yang Harus Kamu Tahu

Akidah Islam sangat penting dipelajari dan dipahami bagi setiap muslim, sehingga akan menjadi sebab kuat imannya dan istiqamah mengamalkan Islam. Dengan demikian tujuan mempelajari akidah Islam sebagai berikut : a. Untuk memupuk dan mengembangkan dasar ketuhanan yang telah ada sejak manusia lahir Dengan mengetahui dasar ketuhanan manusia yang telah memberikan kesaksian sejak lahir bahwa Allah Swt. sebagai tuhannya, maka perlunya kita meningkatkan keimanan melalui amal kebaikan agar senantiasa mendapatkan ridha Allah Swt. serta diberikan keselamatan di dunia dan kahirat. Allah Swt. berfirman sebagai berikut : وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ  شَهِدْنَا ۛاَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ Artinya: “dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian t...

BAB 1 Akidah Islam Materi MTs Kelas 7 (PDF)

Sebagai generasi emas shalih/shalihah, perlu sekali kita memperkuat keimanan melalui pemahaman dan penghayatan terhadap materi aqidah Islam . Hal ini bertujuan untuk memperkuat keimanan dalam diri. Sehingga setiap amal perbuatan sehari-hari berlandaskan materi keimanan yang wajib dilakukan demi terjaganya kualitas generasi yang beradab. berikut ini saya telah membuat file presentasi mengenai Akidah Islam pelajaran Akidah Akhlak MTs kelas 7. silahkan bapak Ibu atau adek-adek bisa menunduhnya secara gratis di bawah ini. jika masih ada kekurangan dan kesalahan bisa tinggalkan komentar di bawah. saran dan masukan dari kalian akan sangat berharga bagi saya. terimakasih, semoga bisa membantu.

Meneladani Asmaul Husna Dalam Kehidupan (Materi PAI Kelas X SMA/SMK)

Pengertian Asmaulhusna Asmaulhusna merupakan suatu istilah yang terkait dengan namanama Allah Swt. Asmaulhusna dalam bahasa Arab berasal dari kata alasma yang artinya nama yang merupakan bentuk jamak, dan al-isma dalah bentuk tunggalnya. Al-husna itu sendiri artinya ‘yang paling baik’. Secara istilah, arti dari Asmaulhusna adalah nama–nama Allah Swt yang terbaik atau terindah. Lebih dari itu, Asmaulhusna ini tidak hanya mengacu pada nama-nama, melainkan juga mencakup sebutan, gelar, hingga sifat-sifat Allah Swt. Istilah Asmaulhusna ini dikenalkan oleh Allah melalui firman-Nya dalam Q.S. Thaha/20: 8 yang berbunyi: اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ لَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى Artinya: “Dialah Allah, tidak ada tuhan selain Dia, yang mempunyai namanama yang terbaik”. Ayat ini menjelaskan bahwa Allah Swt. yang menurunkan al-Qur’an merupakan pencipta dan pemilik alam ini. Allah Maha Kuasa dan tempat manusia meminta. Untuk memanggil-Nya, Allah Swt. memiliki banyak nama. Semua nama itu baik...

Ukhuwwah Materi PAI Kelas X SMA/SMK Gratis PDF Presentasi

Semua mukmin adalah Saudara. Inti dari persaudaraan ( ukhuwwah ) adalah adanya persamaan, semakin banyak persamaan di antara sesama, maka akan semakin kokoh jalinan persaudaraan di antara sesama manusia. Sementara itu, persaudaraan (ukhuwwah) dibagi tiga, yaitu: Ukhuwwah Islamiyah, yaitu persaudaraan karena sama-sama memiliki persamaan agama dan keyakinan. Ukhuwwah Wathaniyah, yaitu persaudaraan karena sama-sama satu bangsa dan keterikatan keturunan tanpa membedakan suku, agama, warna kulit adat istiadat, budaya dan aspek-aspek lainnya. Ukhuwwah Insaniyah atau Basyariyah, yaitu persaudaraan karena samasama sebagai sesama manusia secara universal, tanpa membedakan ras, suku, bangsa, agama, warna kulit dan aspek-aspek lainnya. Ketiga persaudaraan (ukhuwwah) tersebut harus dilaksanakan secara bersamaan, dan tidak boleh berdiri sendiri. Melaksanakan ketiga ukhuwwah tersebut secara bersamaan akan memperkuat tegaknya kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang aman dan tenteram. Le...

Berfikir Kritis dan Berdemokrasi (Materi PAI XII)

Setiap orang berhak memberi penilaian dan kritik terhadap seseorang. Kritik boleh ditujukan kepada siapa saja. Orang boleh mengkritik kebijakan yang tidak sesuai dengan asas kemaslahatan. Baik itu kritik ke presiden, wakil presiden, menteri, gubernur, bupati, kepala sekolah, dan guru. Namun, kritik hendaknya disampaikan dengan cara-cara yang beradab, bukan menghakimi pribadi seseorang, apalagi sampai menyinggung sisi-sisi kemanusiaannya. Hanya saja, ada pula orang yang terlebih dulu bersikap apriori, berpikir negatif, dan berpendapat bahwa kritik adalah bentuk ekspresi kebencian. Kritik itu lahir sebagai bahan evaluasi. Kritik lahir sebagai apresiaasi dengan analisis yang logis dan argumentatif untuk menafsirkan sesuatu. Dalam perpolitikan, misalnya, politik hadir sebagai bahan masukan dan pelajaran untuk pembaruan kebijakan.Berbeda dengan mengkritik karya atau kebijakan seseorang hanya karena ada kebencian. Musyawarah merupakan nilai-nilai kearifan untuk menyelesaikan masalah maupun m...

Membentuk Pribadi Muslim yang Taat, Kompetitif, dan Beretos Kerja Unggul

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلً Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah ( Al-Qur’an) dan Rasul (Sunnah-nya), jika kamu beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya (Q.S. an-Nisā’/4: 59). Asbabunnuzul Imam al-Bukhari meriwayatkan bertalian dengan turunnya Q.S. an-Nisa/4:59 ini, yakni terkait dengan penolakan para prajurit untuk masuk ke dalam api atas perintah Abdullah bin Hudzafah bin Qais, selaku komandan dalam suatu sariyah (perang yang tak diikuti Nabi). Mereka kemudian mengadu kepada Nabi Saw. tentang batasan ta...

Meraih Kedamaian dengan Mujahadah An-nafs dan Husnuzhan

Al-Qur’an menegaskan bahwa setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Setan selalu menggoda manusia agar terjerumus ke dalam perbuatan dosa hingga masuk ke neraka. Kita harus berlindung kepada Allah Swt. dari godaan setan, yakni dengan membaca ta’awudz. Selain setan, manusia juga digoda oleh nafsu ammarah untuk melakukan perbuatan melanggar syariat Allah Swt. Seseorang yang perilakunya dikendalikan oleh nafsu ammarah akan hidup sengsara di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang beriman untuk mengendalikan dan menahan hawa nafsu supaya hidupnya diridhai Allah Swt. Perilaku kontrol diri (mujahadah an-Nafs) akan menjadikan seseorang hidup damai di masyarakat. Kedamaian di masyarakat akan semakin kokoh jika dibarengi dengan sikap selalu berprasangka baik (husnuzhan) kepada sesama, serta menjaga semangat persaudaraan (ukhuwwah) . Tentunya setiap orang ingin hidup berdampingan secara damai. Sebagai makhluk sosial, manusia akan selalu membutuhkan orang lain. Oleh kar...

Mengambil Pelajaran dari Peradaban Islam (Materi PAI Kelas XI)

Peradaban Islam - Islam dimulai dari seorang diri, yakni Nabi Muhammad Saw. Lalu atas keberhasilan dakwah yang dilakukan oleh beliau, baik pada periode Makkah maupun Madinah, Islam menyebar ke seluruh Jazirah Arab, selajutnya Islam berkembang dengan pesat ke penjuru dunia atas peran para sahabat dan generasi sesudahnya. Sekitar tahun 610 M, risalah Islam dimulai yang merupakan kelanjutan dan penyempurna dari risalah sebelumnya, yakni saat Muhammad Saw. diangkat sebagai Rasul yang ditandai adanya penerimaan wahyu pertama, yakni: Q.S. al-‘Alaq/96: 1-5 yang diawali dengan kata iqra’ yang berarti bacalah. Selanjutnya, Risalah Islam (dalam makna kepemimpinan, bukan kenabian) diteruskan oleh Khulafaur Rasyidin, mulai Abu Bakar ash-Shiddiq (11-13 H), Umar bin Khattab (13-24 H), Utsman bin ‘A an (24-36 H) sampai Ali bin Thalib (36-41 H), semuanya terentang dalam kurun 11-41 H/633-660 M. Dilanjutkan oleh Daulah Umayyah (661- 750 M) dan Daulah Abbasiyah (750-1258 M). Perkembangan Islam mencapa...

Makna Berimana Kepada Malaikat (Iman Kepada Malaikat PAI Kelas X)

Iman Kepada Malaikat - Kualitas iman seseorang dapat dilihat dari sejauh mana ketaatannya kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya. Untuk dapat melaksanakan ketaatan kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya dibutuhkan pemahaman terhadap ajaran Islam. Dari sini dapat dikatakan bahwa iman dan ilmu saling berkaitan dan mutlak adanya. Keimanan seseorang akan lebih mantap jika didasari dengan ilmu. Orang berilmu akan terhindar dari sifat sombong dan sifat tercela lainnya apabila ada iman di hatinya. Keimanan akan menjadi energi pendorong untuk menuntut ilmu sehingga orang beriman dan berilmu menempati derajat tinggi dihadapan Allah Swt. Keimanan yang dibarengi dengan ilmu akan membuahkan amal saleh. Dari penjelasan itu dapat disimpulkan bahwa keimanan, ilmu dan amal saleh merupakan modal untuk mencapai kehidupan bahagia di dunia hingga akhirat. Keimanan akan tumbuh dan berkembang bila syariat Islam dilaksanakan dengan sepenuh hati. Enam rukun iman, salah satunya adalah iman kepada malaikat-malaikat Allah Sw...

Menjaga Kehormatan Diri Dengan Menjauhi Pergaulan Bebas dan Perbuatan Zina

Pergaulan bebas dan semua perbuatan yang dapat mengarah ke perzinaan dilarang oleh Islam. Perbuatan tercela ini akan mengakibatkan hancurnya kehidupan pribadi dan merusak tatanan kehidupan masyarakat. Lebih dari itu, pelakunya akan dikucilkan oleh masyarakat dan mendapat laknat dari Allah Swt. dan Rasul-Nya. Islam tidak melarang untuk bergaul dengan banyak orang, tetapi Islam menganjurkan untuk bergaul dengan teman dan sahabat yang berakhlak mulia. Menurut Islam, pergaulan harus sesuai dengan nilai-nilai Islam serta tidak boleh melanggar norma dan etika. Islam membenci dan melarang pergaulan bebas, yaitu pergaulan yang tidak mempedulikan aturan agama, norma dan etika. Kemuliaan dan kehormatan diri harus dijaga dengan selalu berakhlak mulia. Lebih dari itu, kesempurnaan iman seseorang tercermin dari kesempurnaan akhlaknya. Banyaknya kasus hamil di luar nikah dan kekerasan seksual terjadi karena lemahnya iman. Kasus-kasus kekerasan seksual juga dipicu oleh gaya berpakaian yang tidak ses...