Tujuan Mempelajari Akidah Islam yang Harus Kamu Tahu

Akidah Islam sangat penting dipelajari dan dipahami bagi setiap muslim, sehingga akan menjadi sebab kuat imannya dan istiqamah mengamalkan Islam. Dengan demikian tujuan mempelajari akidah Islam sebagai berikut :

a. Untuk memupuk dan mengembangkan dasar ketuhanan yang telah ada sejak manusia lahir

Dengan mengetahui dasar ketuhanan manusia yang telah memberikan kesaksian sejak lahir bahwa Allah Swt. sebagai tuhannya, maka perlunya kita meningkatkan keimanan melalui amal kebaikan agar senantiasa mendapatkan ridha Allah Swt. serta diberikan keselamatan di dunia dan kahirat. Allah Swt. berfirman sebagai berikut :

وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ 

شَهِدْنَا ۛاَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ


Artinya: “dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini.” (QS. Al-A’raf: 172).


b. Untuk menghindarkan diri dari kemusyrikan

Di antara tujuan seseorang mempelajari aqidah yang benar adalah agar tidak terjadi penyimpangan dan tersesat dari jalan yang telah Allah tentukan. Untuk mencegah manusia dari kesyirikan perlu adanya tuntunan yang jelas tentang kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Kemungkinan manusia terperosok ke dalam kesyirikan selalu terbuka, baik syirik jaly (terang-terangan) berupa perbuatan, maupun syirik khafy (tersembunyi) di dalam hati. Dengan mempelajari akidah Islam, manusia akan terpelihara dari perbuatan syirik.

Karena inilah jalan lurus yang ditetapkan Allah untuk diikuti hamba-hamba-Nya. Allah berfirman

وَاَنَّ هٰذَا صِرَاطِيْ مُسْتَقِيْمًا فَاتَّبِعُوْهُ ۚوَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيْلِهٖ ۗذٰلِكُمْ وَصّٰىكُمْ بِهٖ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

Artinya: Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa.


c. Untuk menghindarkan diri dari pengaruh akal pikiran yang menyesatkan

Manusia diberi kelebihan oleh Allah dari makhluk lainnya berupa akal pikiran. Pendapat-pendapat atau faham-faham yang semata-mata didasarkan pada akal manusia,kadang-kadang menyesatkan manusia itu sendiri oleh karena itu akal fikiran perlu dibimbing oleh aqidah Islam agar manusia terhindar dari kehidupan yang sesat.


d. Memupuk dan mengembangkan dasar ketuhanan yang ada sejak lahir.

Secara fitrah manusia adalah makhluk yang berketuhanan. Sejak dilahirkan manusia cenderung mengakui adanya Tuhan . Dengan naluri berketuhanan, manusia berusaha untuk mencari Tuhannya. Kemampuan akal dan ilmu yang berbeda-beda memungkinkan manusia akan keliru mengenal Tuhan. Dengan akidah Islam, naluri atau kecenderungan manusia akan keyakinan adanya Tuhan Yang Maha Kuasa dapat berkembang dengan benar.

undygun

Hi! I'm Undi Gunawan also know as undygun in internet. I'm anime an d kpop antusias. Full time Blogger who love coffee ��

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama