Langsung ke konten utama

Mizuko Kuyo (水子供養): Ritual Berkabung untuk Janin yang Keguguran

Mizuko Kuyo - Kehilangan seorang anak bisa sangat menyakitkan, bahkan jika anak itu belum dilahirkan. Faktanya, banyak orang tua yang mengalami keguguran merasa sakitnya lebih dalam karena sangat sedikit yang mengakui kehilangan itu.

Tidak ada tubuh, tidak ada pemakaman, dan tidak ada ritual untuk membersihkan kesedihan atau menenangkan jiwa-jiwa yang terganggu. Dalam budaya di seluruh dunia, upacara dan ritual berkabung seringkali rumit, tetapi hanya untuk kematian, bukan untuk ibu yang kehilangan.

Ritual Mizuko Kuyo Jepang

Tetapi hal-hal berbeda di Jepang, di mana ada upacara Buddha tradisional untuk mendukakan keguguran, kelahiran mati, dan bahkan aborsi yang disengaja. Ritual ini disebut mizuko kuyō, secara harfiah memiliki arti "upacara peringatan anak mati", dan dipraktikkan di kuil-kuil di seluruh Jepang dan juga secara pribadi di rumah-rumah penduduk Jepang.

Patung Jizo

Patung Jizo mengenakan bib merah di taman di Kuil Sanzenin di Kyoto, Jepang. Foto kredit: jukurae / Shutterstock.com

Menurut kepercayaan Buddha, bayi yang meninggal sebelum dilahirkan tidak dapat masuk surga karena tidak pernah memiliki kesempatan untuk menghasilkan karma yang baik. Jadi anak itu dikirim ke tempat yang disebut sai no kawara di tepi Sungai Sanzu yang mistis, di mana mereka harus menumpuk menara batu tanpa henti untuk menebus rasa sakit yang mereka sebabkan pada orang tua mereka.

Jizo, seorang bodhisattva, atau makhluk yang tercerahkan, adalah penjaga anak-anak ini. Dia mengawasi anak-anak yang meninghal ini, melindungi mereka dari setan dan membantu mereka melakukan perjalanan ke surga dengan menyelundupkan mereka dalam jubahnya.

Sungguh sedih orang tua yang kehilangan anak karena keguguran atau aborsi, oleh karena itu menghormati Jizo untuk memastikan bahwa janin mereka yang digugurkan berhasil masuk ke dunia lain.

Patung Jizo adalah pemandangan umum di kuil dan kuburan dan bahkan di pinggir jalan. Patung-patung batu itu berpakaian pakaian anak-anak kecil, biasanya oto merah dan topi merah. Orang tua yang berduka juga meninggalkan mainan, permen, dan persembahan lainnya di dasar patung Jizo.

Kadang-kadang menara batu kecil didirikan di samping patung-patung, dengan harapan mereka akan mengurangi penderitaan yang harus ditanggung anak-anak mereka sementara mereka menunggu Jizo mengantarkan mereka ke surga.

Meskipun tradisi mizuko kuyō sudah ada sejak berabad-abad yang lalu, ritual tersebut hanya menjadi terkenal setelah Perang Dunia Kedua. Dalam menghadapi kemiskinan akut, setelah berakhirnya perang enam tahun, dan tanpa sistem adopsi, banyak orang tua memilih untuk membatasi ukuran keluarga mereka dengan mengakhiri kehamilan yang tidak diinginkan, tetapi bukan tanpa rasa bersalah dan kesedihan.

Mizuko kuyō muncul sebagai respons terhadap dilema ini. Dalam beberapa tahun terakhir, praktik ini telah diadopsi oleh banyak pasangan Amerika. Saat ini, aborsi dilegalkan secara budaya dan hukum di Jepang, dengan lebih dari 300.000 aborsi dilakukan setiap tahun.

Patung Jizo di Kuil Zojoji

Patung Jizo di Kuil Zojoji, Tokyo. Kredit foto: Blanscape / Shutterstock.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Payton Moormeier Images New [Wallpaper]

Payton Moormeier images new. Wallpaper for iPhone and Android 😊😊😊

Scola Tower: Napas Sejarah Di Laut Italy

Scola Tower - Setiap sudut kota di Italia memiliki napas sejarah. Jadi, bukan lagi kejutan, jikan selalu ada sesuatu untuk dilihat di setiap provinsi di negeri tersebut. Scola Tower menampilkan sejarah, tradisi, dan arsitektur, seperti banyak monumen lokal lainnya. Latak Scola Tower Terletak di Teluk Penyair, La Spezia Italia, Scola tower berdiri lebih dari 42 kaki di atas laut. Dibangun pada abad ke-17, menara ini awalnya dirancang, sebagai bagian dari sistem pertahanan Senat Republik Genoa. Menara ini adalah satu dari sekian banyak menara yang dibangun di pantai Liguria, untuk memberikan perlindungan dari musuh. Kronik awal mengklaim, bahwa pembangunan tersebut menelan biaya lebih dari 60.000 pound dan menjadi tempat tinggal permanen bagi enam tentara, seorang pembom dan komandan mereka. Pada saat itu, benteng ini bernama Torre di San Giovanni Battista; Menara St. Yohanes Pembaptis. Scola tower memiliki bentuk pentagonal dan ketebalan dinding sekitar 1,2 meter. Dan ini mung...

Cara Simpan Foto di Weibo Android

Hi everyone! Kali ini saya akan share ke kalian bagaimana cara menyimpan atau mengunduh gambar dari weibo, terutama weibo Android. Caranya cukup mudah, namun kebanyakan dari kalian mungkin ada juga yang belum tau. So bagaimana caranya? Cek this out! 1. Buka aplikasi weibo kalian 2. Pilih postingan Gambar yang akan kalian simpan di HP kalian 3. Tunggu sampai foto untuk memuat 김사무엘 4. Setelah foto dimuat, tekan dan tahan foto tersebut (bagian tengah) hingga muncul tab baru 5. Pilih Save. Dan selesai foto tadi secara otomatis tersimpan digaleri kalian

Gavin Casalegno oleh Henry Wu [Photos]

GAVIN CASALEGNO credit Vanity Teen

Kekayaan dan Kebodohan William Clark, Orang Terkaya di New York

Pada akhir abad ke 19 di kota New York, tepatnya di sebuah jalan yang dijuluki " Koloni Millionaire ", berdiri sebuah rumah dengan ukiran rumit ala bangunan eropa, rumah tersebut milik pengusaha dan politisi kaya bernama William A. Clark . Namun nama Clark di cap jelek pada saat itu, memilik makna "manusia busuk", "aib bagi bangsa Amerika". Karena dia mencoba menyuap jalannya ke Senat AS, dan skandal yang mengakibatkan memaksa negara untuk mengubah konstitusi. Sejak saat itu, semua senator AS dipilih oleh rakyat dan tidak dipilih oleh badan legislatif negara bagian masing-masing, seperti pada masa Clark. Clark akhirnya menjadi seorang senator pada pemilihan berikutnya, dan ia juga meninggal dengan menyandang salah satu orang Amerika terkaya yang pernah ada. William A. Clark membuat kekayaannya terutama dengan penambangan tembaga, tetapi ia juga melakukan pekerjaan singkat sebagai konstruktor kereta api, seorang petani, seorang guru, seorang tenta...